Mataram, Zonasumbawa.com
Pertemuan bersama kader-kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Barat yang dipimpin oleh Ketua DPW PSI NTB H. Lalu Budi Suryata, S.P., serta Sekretaris DPW I Putu Dedi Saputra di kawasan Rembiga, Mataram, bukan sekadar agenda koordinasi rutin.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialektika gagasan, konsolidasi visi, sekaligus pemantapan arah gerak organisasi dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
Dalam arahannya, H. Lalu Budi Suryata menegaskan bahwa penguatan struktur partai tidak boleh dimaknai sebatas pemenuhan aspek administratif. Lebih dari itu, struktur harus dibangun sebagai arsitektur perjuangan yang kokoh—berbasis integritas, kerja kolektif, serta orientasi yang jelas pada kemaslahatan masyarakat.

“Partai tidak cukup hanya hadir secara formal. Kita harus memastikan setiap jenjang kepengurusan bergerak dengan visi yang sama, ritme yang selaras, dan komitmen yang teruji. Soliditas adalah kunci,” tegasnya di hadapan para kader.
Menurutnya, dalam dinamika politik yang semakin kompetitif, PSI NTB harus tampil sebagai kekuatan politik yang rasional dan progresif. Politik, kata dia, harus dijalankan dengan pendekatan gagasan, data, serta keberpihakan nyata terhadap kepentingan publik, bukan sekadar retorika.
Senada dengan itu, Sekretaris DPW PSI NTB I Putu Dedi Saputra menambahkan bahwa konsolidasi ini juga menjadi momentum evaluasi dan penataan internal, termasuk pemetaan potensi kader di tingkat kabupaten/kota. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan organisasi berjalan secara terukur, terarah, dan terbuka.
0
“Perubahan yang berkelanjutan hanya lahir dari organisasi yang tertata dengan baik. Kita ingin memastikan setiap kader memiliki ruang berkontribusi dan memahami peran strategisnya dalam perjuangan partai,” ujarnya.
Melalui konsolidasi ini, DPW PSI NTB kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan politik yang berpihak pada rakyat, adaptif terhadap perubahan zaman, serta konsisten memperjuangkan agenda-agenda pembangunan daerah.
Langkah penguatan internal ini dipandang sebagai investasi strategis bagi masa depan NTB di mana gagasan bertemu aksi, dan komitmen diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.(ZS)


Komentar