Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com
Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat, menggelar kegiatan Silaturrahim dan Pengajian Umum, di Masjid Darussalam Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Rabu, (25/03). Kegiatan itu berlangsung khidmat dan menjadi ajang mempererat hubungan antara santri, wali santri, alumni, serta masyarakat Sumbawa.
Ratusan jamaah tampak memadati masjid sejak pagi hari. Antusiasme tersebut mencerminkan kuatnya ikatan emosional antara pesantren dengan masyarakat. Saat ini, Pondok Pesantren Nurul Hakim menaungi sekitar 5.000 santri dan santriwati, dengan kurang lebih 4.500 di antaranya menetap di lingkungan pondok, serta didukung oleh sekitar 500 tenaga pengajar (Asatiz).
Ketua Ikatan Alumni Ponpes Nurul Hakim (IKAPPNH) wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat, Syatria Kurniansyah, MPd, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pesantren, alumni, dan wali santri. Ia menyampaikan bahwa alumni Nurul Hakim telah berkiprah di berbagai sektor strategis, seperti Kementerian Agama, KUA, Baznas, instansi pemerintahan, dunia pendidikan, TNI-Polri, hingga tenaga kesehatan.

“Alumni adalah bagian penting dalam keberlanjutan dan kemajuan pesantren. Sinergi harus terus diperkuat untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pembina IKAPPNH Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, DGH. Faisal Salim, SAg, MM.Inov, yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa.
Ia menyampaikan bahwa semakin besar pesantren, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban bersama.
“Dukungan nyata dari alumni dan wali santri sangat dibutuhkan demi menjaga kualitas pendidikan dan keberlanjutan pesantren,” ujarnya.
Puncak acara diisi dengan pengajian umum yang disampaikan oleh Pembina Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok, Dr. TGH. Lalu Ahmad Zainuri, MA. Dalam tausiyahnya, menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan ibadah yang membawa banyak keberkahan, mulai dari memperluas rezeki, memperpanjang umur yang bermanfaat, hingga memperkuat hubungan sosial.

“Silaturrahim bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki dampak besar dalam membangun keharmonisan, menghapus permusuhan, dan membuka peluang kehidupan yang lebih luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Firdaus Nuzula, MPd, memaparkan profil dan program pendidikan Yayasan Nurul Hakim yang meliputi jenjang TK, MI, MTs, MA, SMK, KMMI, Ma’had ‘Aly, kajian kitab kuning, hingga Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Nurul Hakim. Sistem pendidikan terintegrasi ini dirancang untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu agama dan kompeten di bidang akademik serta profesional.
Pesantren juga terus meningkatkan fasilitas dan menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, termasuk Universitas Islam Madinah, guna membuka peluang pendidikan lanjutan bagi santri dan alumni, termasuk akses beasiswa internasional.
Kegiatan itu turut diisi dengan sesi diskusi interaktif bersama wali santri. Dalam sesi tersebut, para wali santri menyampaikan apresiasi atas pembinaan pendidikan dan karakter yang diberikan pesantren, sekaligus memberikan masukan terkait peningkatan fasilitas, pengembangan bakat, serta komunikasi antara pihak pondok dan orang tua.
Salah satu alumni, Dr. Supriyadi, SHI, MHI, yang juga Dekan Fakultas Hukum UTS, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai silaturrahim semacam ini penting untuk terus dilaksanakan sebagai wadah memperkuat hubungan alumni dengan pesantren.
“Kegiatan ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan itu, diharapkan sinergi antara pesantren, alumni, dan wali santri semakin kokoh dalam mendukung kemajuan Pondok Pesantren Nurul Hakim ke depan.(ZS)


Komentar