Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com
Laju inflasi Kabupaten Sumbawa terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa, inflasi tahunan (year-on-year) Oktober 2026 mencapai 4,57 persen, naik dari 3,97 persen pada Agustus dan 2,50 persen pada Juli.
Angka tersebut telah melewati sasaran inflasi nasional 2025–2027 sebesar 2,5±1 persen, dengan batas atas 3,5 persen. Sementara inflasi bulanan September tercatat 0,69 persen dan inflasi tahun berjalan sebesar 2,96 persen.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMindag) Kabupaten Sumbawa, E.S. Adi Nusantara, H.S., S.Sos., MT., mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama menyangkut perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Perkembangan harga bahan pangan memang menjadi perhatian kita. Karena itu, pemantauan harga dan ketersediaan pasokan terus dilakukan agar gejolak harga dapat dikendalikan,” ujar Adi Nusantara.
Menurutnya, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi Sumbawa. Kelompok ini memberikan andil 2,57 poin atau sekitar 56 persen dari total inflasi 4,57 persen.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi antara lain ikan layang/benggol, cabai rawit, minyak goreng, udang basah, tomat dan daging ayam ras.
Kondisi tersebut juga terlihat di Pasar Seketeng. Pada September 2026, dari 46 komoditas yang dipantau, sebanyak 20 komoditas mengalami kenaikan, enam komoditas turun dan 20 komoditas relatif stabil dibandingkan Agustus.
Kenaikan terbesar terjadi pada ikan bandeng sebesar 34,8 persen, ikan kembung 29,9 persen, tomat 18,6 persen, udang basah 12,3 persen dan cabai rawit merah 11,8 persen. Harga ikan bandeng, misalnya, naik dari Rp30.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Bawang merah turun hingga 45 persen sejak Januari, dari Rp49.167 menjadi sekitar Rp27.045 per kilogram. Cabai merah besar juga turun sekitar 17 persen secara bulanan dan menjadi salah satu komoditas penahan inflasi.
Adi Nusantara menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas strategis di pasaran.
“Kita akan terus melakukan pemantauan. Yang penting ketersediaan barang terjaga dan distribusi berjalan lancar, sehingga harga kebutuhan masyarakat tetap terkendali,” pungkasnya.(ZS)



Komentar