Pemerintahan
Beranda » Berita » Tekan Inflasi, Diskoperindag Sumbawa Dorong Pasar Murah dan Penguatan Pasokan

Tekan Inflasi, Diskoperindag Sumbawa Dorong Pasar Murah dan Penguatan Pasokan

Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi daerah, khususnya terhadap komoditas pangan yang mengalami gejolak harga.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumbawa, ES. Adi Nusantara, HS, S.Sos., MT, kepada media ini, Kamis (08/10) menyampaikan sejumlah usulan tersebut dalam bahan paparan rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah.

Adi Nusantara mengatakan, langkah yang perlu mendapat perhatian antara lain pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar untuk beras SPHP serta Minyakita. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk membantu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, Diskoperindag mengusulkan pengecekan secara berkala terhadap ketersediaan dan pasokan ikan serta daging ayam ras melalui koordinasi dengan dinas teknis dan para distributor.

Inflasi Sumbawa Tembus 4,57 Persen, Harga Pangan Jadi Perhatian

“Pasokan harus kita pastikan tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar, sehingga tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga,” ujar Adi Nusantara.

Untuk komoditas cabai yang mengalami fluktuasi harga cukup tinggi, Diskoperindag juga mendorong penguatan koordinasi antardaerah guna memastikan pasokan tetap terjaga.

Langkah lainnya adalah memperkuat komunikasi publik melalui rilis harga secara rutin yang menggabungkan data BPS dan Diskoperindag. Pemerintah juga dinilai perlu melengkapi data terhadap empat komoditas yang belum terlaporkan serta menambah titik pemantauan harga agar perkembangan harga di lapangan dapat tergambar lebih akurat.

Menurut Adi Nusantara, langkah-langkah tersebut perlu dilakukan secara terpadu mengingat inflasi Kabupaten Sumbawa masih berada di atas sasaran nasional.

Sejumlah Koperasi Merah Putih Segera Beroperasi di Kabupaten Sumbawa

Berdasarkan data BPS Kabupaten Sumbawa, inflasi tahun berjalan hingga September 2026 telah mencapai 2,96 persen, sementara inflasi tahunan berada di angka 4,57 persen.

Dengan tersisa tiga bulan hingga akhir tahun, pengendalian harga pangan bergejolak dinilai perlu menjadi prioritas bersama agar tekanan inflasi dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Pengendalian inflasi membutuhkan sinergi semua pihak. Ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga harus sama-sama kita jaga,” pungkas Adi Nusantara.(ZS)

 

Bupati Sumbawa Ingatkan Warga Batu Lanteh Jangan Tebang Hutan, Jaga Mata Air

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement