Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi antara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Sumbawa dengan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo II, kediaman dinas Wakil Bupati, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Selasa (17/03) malam.
Puluhan kyai, ulama, ustadz dan ustadzah pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Sumbawa tampak antusias menghadiri undangan tersebut. Pertemuan itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang dialog konstruktif antara pemerintah daerah dan para tokoh agama yang selama ini berperan penting dalam pembinaan moral serta pendidikan generasi muda.
Mengawali diskusi, Wakil Bupati yang akrab disapa Wabup Ansori menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para alim ulama.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan dan keluangan waktu para kyai, ulama, ustadz dan ustadzah yang berkesempatan hadir di sini,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pertemuan ini memiliki nilai strategis dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya dalam pengembangan pondok pesantren di Kabupaten Sumbawa.

“Ini bukan sekadar seremonial. Kita ingin melahirkan ide-ide segar untuk masa depan Sumbawa, khususnya bagaimana pondok pesantren kita bisa semakin maju dan berkembang. Kami sangat mengharapkan saran dan masukan dari para kyai dan ulama untuk Pemerintahan Jarot–Ansori,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga secara terbuka memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi pemerintah daerah, salah satunya infrastruktur jalan.
“Jalan di dalam kota saja masih belum sepenuhnya baik. Ini menjadi PR kita lima tahun ke depan. Apalagi di wilayah kecamatan dan desa, tentu membutuhkan perhatian lebih agar minimal 80 persen jalan dalam kondisi mantap,” jelasnya.
Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius, termasuk kondisi sekolah-sekolah di desa dan pondok pesantren.
“Masih banyak sekolah, termasuk ponpes, yang membutuhkan perbaikan. Kami terus memikirkan hal ini. Bahkan kritik di media sosial selalu kami jadikan bahan evaluasi untuk bekerja lebih baik,” tambahnya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Wabup juga berharap dukungan doa dari para ulama agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik.
“Kami memohon doa para ulama dan umara agar amanah yang diberikan kepada kami dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya hingga akhir masa jabatan, demi kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” harapnya.
Tak hanya itu, Ia juga mengajak seluruh elemen pesantren untuk turut mendukung program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP), yang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan FKPP menyampaikan apresiasi serta komitmen untuk mendukung langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
“Kami Insya Allah mendukung penuh program-program pro rakyat dari Jarot–Ansori. Hasilnya mungkin belum terlihat sekarang, tetapi ke depan kami yakin akan membawa perubahan positif,” ujar salah satu perwakilan ulama.
Dalam forum tersebut, para pengurus pondok pesantren juga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya harapan adanya alokasi anggaran khusus untuk pesantren dalam APBD Kabupaten Sumbawa.
“Sebagian besar pondok pesantren di Sumbawa masih membutuhkan dukungan pemerintah. Belum ada yang benar-benar mandiri secara finansial, namun kami tetap berkomitmen mendukung program pemerintah,” ungkap mereka.
Selain itu, para ulama juga mendorong adanya kolaborasi program di bidang peternakan dan pertanian dengan pesantren, guna mewujudkan kemandirian pangan dan ekonomi di lingkungan pesantren.
Mereka juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Jangan hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan siswa, tetapi kesejahteraan para guru juga harus diperhatikan,” pesannya.
Tak ketinggalan, usulan program beasiswa “1 Kecamatan 1 Santri” turut disampaikan, dengan skema pembiayaan yang dapat bersumber dari APBD, CSR perbankan, maupun perusahaan seperti PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wabup menyatakan komitmennya untuk terus memperhatikan dan mendukung perkembangan pondok pesantren di Sumbawa.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara ulama dan umara demi mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang lebih maju, berdaya saing, dan berakhlak mulia. (ZS)


Komentar