Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com
Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi melaksanakan Grand Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Jumat (15/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional pemenuhan gizi masyarakat sekaligus upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta unsur masyarakat. Turut hadir Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala DPMPTSP, Camat Labuhan Badas, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Karang Dima, para kepala sekolah se-Kecamatan Labuhan Badas, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab demi kepentingan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Jangan mencari keuntungan dari MBG ini. Yang kita inginkan adalah memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya para penerima manfaat dan calon generasi emas 2045,” tegas Wabup.
Ia menilai keberadaan SPPG tidak boleh hanya menjadi simbol pembangunan semata, tetapi harus benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk mitra dan yayasan yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, sinergi pemerintah, lembaga, dan masyarakat sangat diperlukan agar program MBG berjalan optimal dan tepat sasaran.
Selain itu, Mohamad Ansori menyoroti pentingnya percepatan pembentukan SPPG di Kabupaten Sumbawa. Dari target 100 unit SPPG, hingga saat ini baru sekitar 29 unit yang terbentuk.
“Kita membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak agar target pembentukan SPPG bisa segera tercapai demi mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Karang Dima, Ewi Nurmala, S.Pt., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting.
Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga mempengaruhi tumbuh kembang, mental, hingga karakter generasi masa depan.
“Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan melalui penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” jelasnya.
SPPG Karang Dima direncanakan akan melayani sekitar 2.033 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, termasuk para guru.
Penyaluran program MBG dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 1.000 penerima manfaat pada minggu pertama, meningkat menjadi 1.500 penerima pada minggu kedua, hingga mencapai sekitar 2.000 penerima pada minggu ketiga.
Di kesempatan yang sama, Perwakilan Yayasan Hidayatul Qur’an Samawa, M. Labib Ikhsan, S.E., menegaskan bahwa pembangunan SPPG dilakukan dengan mengikuti standar dan regulasi yang berlaku guna menjamin kualitas serta keamanan pangan.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga mutu bahan pangan dan proses pengolahan makanan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, seperti keracunan makanan.
“Kualitas bahan pangan dan kebersihan proses produksi harus menjadi perhatian utama agar makanan yang disalurkan benar-benar aman dan sehat bagi para penerima manfaat,” katanya.
Dengan hadirnya SPPG Karang Dima, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap layanan pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan lebih optimal serta berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung fasilitas SPPG oleh Wakil Bupati Sumbawa bersama rombongan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat serta peninjauan proses pengolahan makanan di dapur pelayanan gizi.(ZS)


Komentar