Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong pelaku pariwisata untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna memperluas jangkauan promosi dan pemasaran destinasi wisata daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar potensi pariwisata Sumbawa tidak hanya dikenal wisatawan lokal dan domestik, tetapi mampu menjangkau pasar wisata yang lebih luas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetyo, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara wisatawan mencari informasi, menentukan destinasi, hingga melakukan pemesanan perjalanan. Karena itu, pelaku pariwisata dituntut tidak hanya memiliki produk wisata yang menarik, tetapi juga mampu memasarkan produknya melalui kanal digital.
“Potensi wisata Sumbawa sangat beragam. Tantangannya sekarang bagaimana potensi tersebut dapat dikemas menjadi produk wisata yang menarik dan kemudian dipasarkan melalui platform digital sehingga lebih mudah ditemukan dan dijangkau oleh wisatawan,” ujar Budi.

Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Sumbawa. Destinasi yang memiliki keindahan alam, kekayaan budaya maupun berbagai atraksi wisata, harus diikuti dengan kemampuan sumber daya manusia dalam mengemas dan mempromosikannya secara efektif.
“Di era digital, destinasi yang indah saja belum cukup. Harus mampu dikemas, dipasarkan, dan ditemukan dengan mudah oleh wisatawan. Karena itu, kemampuan pelaku wisata dalam memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dari pengembangan pariwisata ke depan,” katanya.
Hal tersebut disampaikan Sekda saat membuka Pelatihan Pembuatan Paket Wisata untuk Dipasarkan melalui Online Travel Agent (OTA) Kabupaten Sumbawa Tahun 2026, yang berlangsung di BKPSDM Kabupaten Sumbawa, Selasa (11/08).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan secara hybrid, baik secara tatap muka maupun daring. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata dalam mengemas potensi daerah menjadi produk wisata yang memiliki nilai jual dan siap dipasarkan melalui platform digital.
Budi menjelaskan, pemanfaatan Online Travel Agent (OTA) memberikan peluang bagi pelaku wisata untuk memperluas akses pasar. Melalui kanal tersebut, produk wisata Sumbawa dapat dipromosikan kepada calon wisatawan tanpa terbatas pada jangkauan promosi secara konvensional.
Karena itu, ia berharap peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan produk wisata masing-masing.
“Kita ingin pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat menghasilkan paket-paket wisata yang benar-benar siap dipasarkan secara online. Dengan begitu, potensi wisata yang kita miliki dapat terkoneksi langsung dengan pasar wisatawan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pariwisata digital di Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan membangun destinasi, tetapi juga membutuhkan penguatan kapasitas sumber daya manusia, kreativitas dalam mengemas produk, serta strategi pemasaran yang mengikuti pola perilaku wisatawan saat ini.
“Harapan kita semakin banyak pelaku wisata Sumbawa yang mampu memanfaatkan teknologi digital. Dengan begitu, potensi destinasi kita dapat dikenal lebih luas, wisatawan semakin mudah mendapatkan informasi, dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Inneke Lady, Koordinator Sektor Pariwisata Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Kepala Dinas Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Kepala BKPSDM Kabupaten Sumbawa, serta para peserta pelatihan.
Melalui penguatan kapasitas pelaku wisata dan pemanfaatan platform digital, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis berbagai potensi destinasi daerah dapat semakin terkoneksi dengan pasar wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Digitalisasi diharapkan bukan hanya menjadi sarana promosi, tetapi menjadi pintu masuk bagi Sumbawa untuk membangun ekosistem pariwisata yang lebih kompetitif, adaptif, dan mampu bersaing di pasar wisata yang semakin luas.(ZS)



Komentar