Pemerintahan
Beranda » Berita » RSUD Sumbawa Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan Tangani Kegawatdaruratan Jiwa

RSUD Sumbawa Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan Tangani Kegawatdaruratan Jiwa

Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan kesehatan jiwa melalui kegiatan Round Table Discussion (RTD) dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang bekerja sama dengan PT Sunthi Sepuri tersebut diikuti seluruh penanggung jawab program kesehatan jiwa dari Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa. Forum ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengenali kondisi pasien dan menentukan tindakan medis yang tepat.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan jiwa membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain ketepatan diagnosis dan penanganan medis, tenaga kesehatan juga perlu mengedepankan empati serta memahami kondisi pasien dan keluarganya.

Lantik 18 Kades Terpilih, Bupati Sumbawa Ingatkan bahwa Kemenangan Sejati Masyarakat Rasakan Perubahan

“Penanganan pasien tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga membutuhkan empati serta pemahaman terhadap kondisi yang dialami pasien dan keluarganya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tenaga profesional menyampaikan materi terkait penanganan kegawatdaruratan kesehatan jiwa, baik dari aspek psikis maupun fisik. dr. Ignatius Yulianus Jackson Bomba, Sp.KJ., MH.Kes., membahas identifikasi dan pembedaan kondisi psikotik secara klinis di fasilitas kesehatan.

Sementara itu, dr. Komang Triana Arya, M.Biomed., Sp.KJ., memaparkan identifikasi serta pembedaan kondisi nonpsikotik. Materi ini diharapkan membantu tenaga kesehatan melakukan penilaian awal secara lebih cermat terhadap kondisi pasien.

Penguatan kompetensi juga mencakup penilaian kegawatdaruratan psikis secara objektif dan terstandar menggunakan instrumen Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS), yang disampaikan oleh Coni Fransiska Natalia, perawat jiwa.

Adapun Kepala Ruangan Jiwa RSUD Sumbawa, H. Kusmanto, S.Kep., Ns., M.M.Inov., mengulas penanganan awal kegawatdaruratan fisik yang dapat menyertai gangguan jiwa. Beberapa kondisi yang menjadi perhatian meliputi gaduh gelisah, intoksikasi zat, cedera akibat tindakan menyakiti diri sendiri (self-harm), hingga sindrom neuroleptik maligna.

Bupati Jarot Ingatkan 18 Kades Dilantik Agar Kelola Anggaran Sesuai Aturan

Materi tersebut menekankan pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dalam membedakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera, sehingga pasien dapat memperoleh tindakan sesuai tingkat kegawatdaruratan dan kebutuhan medisnya.

Perwakilan PT Sunthi Sepuri, Chandra Wisnu Wardhana, turut menyampaikan pentingnya penanganan medis yang komprehensif. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan RTD tersebut dan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjadi mitra bagi tenaga medis maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, RSUD Sumbawa berharap koordinasi penanganan kesehatan jiwa antara Puskesmas dan rumah sakit semakin kuat. Dengan peningkatan kompetensi dan sinergi antarfasilitas pelayanan kesehatan, masyarakat diharapkan memperoleh layanan kesehatan jiwa yang lebih cepat, tepat, profesional, dan manusiawi.(ZS)

 

Forkopimda Sumbawa Temui Gubernur NTB, Perkuat Sinergi Pengelolaan SDA dan Lingkungan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement