Pendidikan dan Kebudayaan
Beranda » Berita » Antisipasi Perundungan dan Geng Sekolah, Dikbud Sumbawa Siapkan Uji Sosiometri bagi Siswa SMP

Antisipasi Perundungan dan Geng Sekolah, Dikbud Sumbawa Siapkan Uji Sosiometri bagi Siswa SMP

Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat langkah pencegahan perundungan dan pembentukan geng di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan menggelar Rapat Teknis Persiapan Pelaksanaan Uji Sosiometri bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang berlangsung di Aula Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Selasa (13/01).

Rapat teknis yang dilaksanakan melalui Bidang Pembinaan SMP itu difokuskan pada persiapan pelaksanaan Uji Sosiometri bagi siswa kelas VIII pada lima sekolah yang ditetapkan sebagai pilot project, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 5 Sumbawa.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dikbud Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd, dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa Uji Sosiometri merupakan instrumen strategis untuk memetakan struktur hubungan sosial antar siswa di lingkungan sekolah.

Dua Sekolah di Sumbawa Dapat Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025

Melalui pemetaan tersebut, sekolah dapat mendeteksi secara dini dinamika kelompok yang berpotensi mengganggu iklim belajar, termasuk perundungan, pengucilan sosial, maupun pembentukan kelompok atau geng siswa.

“Uji Sosiometri memberikan gambaran objektif mengenai relasi sosial siswa. Dari sana, sekolah dapat mengetahui potensi risiko dan melakukan penanganan lebih cepat dan tepat,” jelas Junaidi.

Dalam rapat tersebut, juga dirumuskan sejumlah poin penting terkait teknis pelaksanaan survei serta pemanfaatan data hasil sosiometri oleh berbagai pihak.

Bagi satuan pendidikan, hasil sosiometri akan menjadi rujukan bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam melakukan intervensi klinis, penataan sosial kelas, serta perlindungan terhadap siswa yang tergolong rentan.

Sementara bagi Dinas Pendidikan, data tersebut akan menjadi basis data makro untuk memetakan indeks keamanan sekolah sekaligus merumuskan kebijakan strategis dalam upaya pencegahan kekerasan dan perundungan di tingkat kabupaten.

Adapun bagi orang tua siswa, hasil sosiometri dapat berfungsi sebagai alat deteksi dini untuk mengetahui posisi sosial anak di sekolah. Data ini membantu orang tua memahami apakah anak berada dalam lingkungan pergaulan yang berisiko, seperti geng sekolah, atau justru mengalami isolasi sosial yang berpotensi menjadikannya korban perundungan. Dengan demikian, pendampingan di rumah dapat dilakukan secara lebih tepat dan kolaboratif bersama pihak sekolah.

Lebih lanjut, Junaidi menjelaskan alasan strategis pemilihan siswa kelas VIII sebagai sasaran utama Uji Sosiometri. Menurutnya, berdasarkan tinjauan psikologis, siswa pada jenjang tersebut berada pada fase transisi sosial yang paling dinamis.

“Siswa kelas VIII memiliki kecenderungan membentuk kelompok sebaya yang lebih kuat dibandingkan kelas lainnya. Dengan melakukan pemetaan di fase ini, sekolah memiliki kesempatan melakukan intervensi dini yang lebih efektif sebelum pola perilaku negatif menjadi permanen atau terbawa hingga kelas IX,” jelasnya.

Melalui rapat teknis itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh Guru BK memiliki kesiapan teknis dalam mengolah data sosiogram. Langkah itu diharapkan mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan melalui sinergi antara sekolah, dinas pendidikan, dan orang tua siswa. (ZS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement