Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, H. Faisal Salim, S.Ag., MM Inov, menyampaikan sejumlah masukan strategis dalam rapat yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumbawa terkait upaya pencegahan dan penanganan konflik sosial di daerah, Kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, H. Faisal menyampaikan bahwa pencegahan konflik sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dengan mengedepankan pendekatan keagamaan, edukasi, budaya, serta kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, Kementerian Agama memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun melalui penguatan moderasi beragama, peningkatan pemahaman keagamaan yang inklusif, serta pemberdayaan para penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Upaya pencegahan konflik sosial harus dilakukan secara bersama-sama. Pendekatan hukum memang penting, tetapi perlu diperkuat dengan pendekatan keagamaan, pendidikan, budaya, dan kemanusiaan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kerukunan,” ujar H. Faisal dalam rapat tersebut.

Beberapa langkah strategis yang disampaikan Kepala Kemenag Sumbawa di antaranya adalah memperkuat deteksi dini hingga tingkat desa melalui sinergi antara Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tokoh adat, pemerintah desa, serta penyuluh agama. Dengan koordinasi yang baik, potensi konflik dapat dikenali dan diselesaikan sejak awal sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Selain itu, H. Faisal mendorong optimalisasi peran penyuluh agama sebagai agen moderasi beragama, mediator, dan edukator masyarakat. Penyuluh agama diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman, menjembatani perbedaan, serta membantu penyelesaian persoalan secara damai.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat keberadaan FKUB Kabupaten Sumbawa sebagai wadah dialog antarumat beragama. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan serta mencegah kesalahpahaman yang dapat memicu konflik.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, Kepala Kemenag Sumbawa juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat. Hal ini diperlukan untuk menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk provokasi di media sosial yang sering menjadi pemicu munculnya konflik sosial.
“Media sosial harus menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan menjadi ruang penyebaran informasi yang dapat memecah belah masyarakat. Karena itu, edukasi digital perlu terus dilakukan, terutama kepada generasi muda,” katanya.
Lebih lanjut, H. Faisal mengajak seluruh pihak untuk melibatkan generasi muda melalui sekolah, madrasah, organisasi kepemudaan, serta rumah ibadah dalam pendidikan toleransi, cinta tanah air, dan penyelesaian konflik secara damai.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis. Menurutnya, keluarga yang kuat dan berkarakter menjadi benteng awal dalam mencegah berbagai persoalan sosial seperti kekerasan, intoleransi, dan perilaku menyimpang.
Selain langkah pencegahan, H. Faisal juga mendorong adanya sistem komunikasi cepat antarinstansi apabila muncul isu yang berpotensi menimbulkan konflik. Respons yang cepat dan koordinasi yang baik diyakini mampu meredam persoalan sebelum berkembang lebih luas.
Ia menambahkan, penanganan konflik tidak berhenti pada penyelesaian masalah, tetapi harus dilanjutkan dengan pembinaan pascakonflik melalui pemulihan hubungan sosial, trauma healing, serta penguatan kembali nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat.
“Konflik sosial tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan hukum semata. Diperlukan pendekatan keagamaan, budaya, pendidikan, dan kemanusiaan. Kementerian Agama siap memperkuat sinergi melalui penyuluh agama, FKUB, KUA, madrasah, serta seluruh tokoh agama untuk menjaga Sumbawa tetap aman, rukun, damai, dan harmonis,” tegasnya.
Melalui kolaborasi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat, Kemenag Sumbawa berharap Kabupaten Sumbawa dapat terus menjadi daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, serta kehidupan sosial yang damai dan berkeadaban.(ZS)


Komentar