Pemerintahan
Beranda » Berita » Dislutkan Sumbawa Siap Sukseskan Program Hilirisasi Garam

Dislutkan Sumbawa Siap Sukseskan Program Hilirisasi Garam

Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com

Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa merespons positif sekaligus siap menindaklanjuti langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mengembangkan kawasan pergaraman sebagai bagian dari program hilirisasi potensi daerah.

Pengembangan kawasan pergaraman tersebut dinilai memiliki prospek besar, tidak hanya untuk meningkatkan produksi garam sebagai bahan baku, tetapi juga mendorong proses hilirisasi sehingga mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani garam di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dislutkan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, SPi MT,  saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026), mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil pertemuan Bupati Sumbawa bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, belum lama ini.

Kadislutkan Sumbawa : Potensi Lahan Budidaya Udang Sumbawa Sangat Besar

Menurut Rahmat, pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mematangkan rencana pengembangan kawasan pergaraman di Kabupaten Sumbawa. Terlebih, pengembangan tersebut tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi diarahkan sampai pada proses hilirisasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Pengembangan kawasan pergaraman merupakan bagian penting dari upaya mendorong hilirisasi potensi daerah, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani garam, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa dalam mendukung kebutuhan garam nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi pergaraman yang cukup besar untuk dikembangkan dan dioptimalkan. Potensi tersebut dinilai dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung ketersediaan garam nasional apabila dikelola secara terencana dan terintegrasi.

Karena itu, kata Rahmat, diperlukan kajian yang komprehensif dan perencanaan yang matang agar pengembangan kawasan pergaraman memiliki arah yang jelas, mulai dari aspek produksi, teknologi, pengolahan, pemasaran hingga keterkaitannya dengan kebutuhan industri.

“Potensi yang kita miliki cukup besar. Karena itu harus dikembangkan dengan perencanaan yang matang, berbasis kajian dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar maupun industri,” katanya.

Pemda Sumbawa Siapkan Langkah Strategis Sambut Tambang Elang Dodo

Rahmat mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama BRIN sebelumnya telah membahas hasil kajian awal terkait rencana pengembangan kawasan pergaraman. Hasil kajian tersebut akan menjadi salah satu dasar penting dalam mematangkan konsep pengembangan kawasan sekaligus memperkuat usulan pembangunan yang lebih strategis.

Termasuk di dalamnya, lanjut Rahmat, adalah penguatan usulan kawasan pergaraman dalam kaitannya dengan agenda pembangunan strategis nasional.

Menurutnya, pengembangan kawasan pergaraman tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BRIN, DPRD, pelaku usaha, petani garam serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BRIN dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi besar ini dapat dikembangkan secara terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Hilirisasi Jadi Fokus

Cetak Generasi Qurani, Pemda Sumbawa Gelar  Pelatihan Pelatih Qori Qoriah se Kabupaten Sumbawa

Lebih jauh Rahmat menegaskan, hilirisasi menjadi salah satu fokus utama dalam rencana pengembangan kawasan pergaraman di Kabupaten Sumbawa.

Selama ini, garam sebagian besar masih dipandang sebagai komoditas bahan baku. Ke depan, pemerintah daerah mendorong agar komoditas tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai proses pengolahan sehingga menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dengan demikian, manfaat ekonomi dari pengembangan kawasan pergaraman tidak hanya dirasakan pada sektor produksi, tetapi juga dapat membuka ruang tumbuhnya industri pengolahan, kegiatan perdagangan dan sektor ekonomi lainnya.

“Harapan kita, garam yang dihasilkan di Sumbawa tidak berhenti sebagai bahan baku. Ada proses hilirisasi yang memberikan nilai tambah dan pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, keberadaan petani garam tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Pengembangan kawasan pergaraman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani, memperluas peluang usaha dan membuka ruang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan potensi garam secara lebih optimal.

Rahmat menambahkan, pengembangan kawasan juga harus dibangun dalam sebuah ekosistem yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran hingga penguatan kelembagaan petani.

Dengan pola tersebut, Sumbawa diharapkan tidak hanya menjadi daerah penghasil garam, tetapi mampu berkembang menjadi salah satu kawasan pergaraman yang memiliki peran penting dalam rantai pasok garam nasional.

Ke depan, Dislutkan Sumbawa akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pemerintah pusat dan BRIN untuk menindaklanjuti hasil pembahasan tersebut. Pematangan hasil kajian, penyusunan konsep pengembangan kawasan serta penguatan usulan pembangunan menjadi bagian dari langkah lanjutan yang akan dilakukan.

Pertemuan Bupati Sumbawa dengan BRIN di Gedung BJ Habibie, Jakarta, menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat arah pengembangan potensi garam Sumbawa.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap pengembangan kawasan pergaraman dapat berjalan secara terencana, mendorong hilirisasi, meningkatkan daya saing komoditas garam dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Sumbawa.

Sumbawa tidak hanya didorong menjadi daerah penghasil garam, tetapi juga diarahkan mampu mengembangkan garam menjadi komoditas bernilai tambah yang memiliki daya saing dan mampu berkontribusi terhadap kebutuhan garam nasional.(ZS)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement