Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com
Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) LPG Kecamatan Lape melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring terhadap sejumlah pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram bersubsidi di wilayah Kecamatan Lape, belum lama ini.
Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta kepatuhan pangkalan dalam menyalurkan LPG bersubsidi kepada masyarakat yang berhak.
Sidak dipimpin langsung oleh Camat Lape, Ditha Frisqy, S.IP., didampingi Sekretaris Kecamatan Lape, Didin Rohmunuddin, S.STP., MA, Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Lape, Surbini, S.AP., M.M.Inov., serta melibatkan para kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan unsur terkait lainnya yang tergabung dalam Satgas LPG Kecamatan Lape.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan terhadap stok LPG 3 kilogram di setiap pangkalan, mengecek mekanisme penyaluran kepada masyarakat, serta memastikan harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, tim juga memberikan pembinaan kepada pemilik pangkalan agar senantiasa mematuhi ketentuan distribusi LPG bersubsidi dan tidak melayani penjualan yang menyimpang dari aturan.
Camat Lape, Ditha Frisqy, mengatakan bahwa monitoring ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan LPG bersubsidi sekaligus memastikan bantuan energi dari pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
“Pengawasan ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kecamatan Lape dalam memastikan stok LPG 3 kilogram tetap tersedia, distribusinya berjalan lancar, dan harga jual di pangkalan sesuai dengan HET. Kami juga ingin memastikan tidak terjadi penyimpangan seperti penimbunan, penjualan di atas harga yang ditetapkan, maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, LPG 3 kilogram merupakan barang kebutuhan pokok yang disubsidi pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, pengawasan secara berkala menjadi penting agar tidak terjadi kelangkaan maupun penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat.

Selama pelaksanaan sidak, tim juga berdialog dengan pemilik pangkalan dan masyarakat untuk menyerap informasi terkait kondisi distribusi LPG di lapangan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa stok LPG di sejumlah pangkalan yang dikunjungi masih dalam kondisi aman dan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan.
Pemerintah Kecamatan Lape berharap kegiatan pengawasan ini dapat meningkatkan kepatuhan seluruh pangkalan LPG dalam menjalankan aturan distribusi serta menjaga stabilitas pasokan gas bersubsidi di wilayah Kecamatan Lape.
Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan LPG 3 kilogram sesuai peruntukannya serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Apabila ditemukan dugaan penyimpangan dalam distribusi maupun penjualan LPG bersubsidi, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, agen, pangkalan, dan masyarakat, diharapkan distribusi LPG 3 kilogram di Kecamatan Lape dapat terus berjalan tertib, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi dari pemerintah.(ZS)


Komentar