Sumbawa Besar, Zonasumbawa.com
Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa meluncurkan gerakan bertajuk “Bersama Ayah/Ibu Kami Terlindungi” sebagai langkah konkret dalam menekan angka perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, SIP, MSi, menjelaskan bahwa gerakan itu lahir dari hasil uji sosiometri di sejumlah SMP yang menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk penanganan yang lebih komprehensif terhadap persoalan sosial di kalangan pelajar, khususnya bullying.
“Selama ini pendekatan kita cenderung administratif. Melalui momentum Hardiknas ini, kita ingin menghadirkan pendekatan yang lebih batiniah, menyentuh hubungan emosional antara anak, orang tua, dan sekolah,” ujar Budi.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 29 April 2026 dengan Festival Permainan Rakyat yang melibatkan kolaborasi antara orang tua dan anak. Sejumlah permainan tradisional seperti Balogo dan Main Hadang akan dihadirkan sebagai media interaksi yang menyenangkan sekaligus membangun kembali kedekatan emosional dalam keluarga.
Menurut Budi, kearifan lokal memiliki kekuatan besar dalam menciptakan komunikasi yang sehat.
“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi sarana membangun kepercayaan dan kebersamaan yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman,” tambahnya.
Kegiatan berlanjut pada 30 April pagi melalui agenda “Satu Jam Bersama Ayah/Ibu di Sekolah”. Dalam sesi ini, orang tua hadir langsung di ruang kelas untuk menjadi pendengar aktif bagi anak-anak mereka.
“Anak-anak butuh ruang aman untuk menyampaikan perasaan mereka. Ketika orang tua hadir dan mendengarkan tanpa menghakimi, itu menjadi fondasi penting dalam perlindungan psikologis anak,” jelas Budi.
Pada malam harinya, akan digelar prosesi “Malam Seribu Cahaya” sebagai puncak refleksi bersama. Seluruh peserta akan melakukan pemadaman lampu selama lima menit dan menyalakan senter ponsel sebagai simbol harapan dan komitmen.
Dalam suasana hening tersebut, orang tua, guru, dan tokoh masyarakat akan membacakan ikrar bersama untuk melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penguatan kesadaran kolektif bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan upacara bendera serentak pada 2 Mei 2026 di seluruh SD dan SMP se-Kabupaten Sumbawa.
Budi Sastrawan berharap, momentum Hardiknas tahun ini dapat menjadi titik balik bagi dunia pendidikan di Sumbawa untuk lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.
“Kita ingin sekolah tidak hanya menjadi tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis,” pungkasnya.(ZS)


Komentar